Pinned

Tata Ruang dan Ruang Air, Tantangan Kota Palangka Raya sebagai Lokasi Alternatif Pemindahan Ibukota Negara

Tata ruang dan ruang air merupakan dua hal penting dalam perencanaan yang saling terkait dalam mendukung pembangunan perkotaan berkelanjutan. Kota Palangka Raya sebagai calon kuat lokasi pemindahan ibukota negara memiliki potensi kekayaan sumber daya alam salah satunya daerah aliran sungai (DAS). Terlihat bahwa batas wilayah administratif kabupaten/kota di Provinsi Kalteng cenderung diikuti dengan wilayah pengelolaan sungai utama mulai dari bagian hulu hingga bermuara di Laut Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa sungai memegang peranan dalam mendukung kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan. Tantangan sebagai ibukota negara dengan penataan ruang/pembanguan yang dilakukan jangan sampai diartikan sebagai pembangunan fisik tanpa memperhatikan bagaimana keunikan perilaku lingkungan hidup yang ada didalam suatu wilayah. Pembangunan yang dilakukan dengan semata-mata mengedepankan aspek fisik serta deterministic akan mendapat penolakan karena tidak memperhatikan keunikan perilaku manusia didalamnya. Pengalaman Ibukota Jakarta dalam menata tata ruang dan ruang air harus menjadi pelajaran penting bahwa tata ruang sangat berpengaruh terhadap permasalahan ruang air berupa genangan/banjir saat hujan (too much), air bawah tanah terus berkurang (to litlle) dan air permukaan yang semakin tercemar (too dirty). Pendekatan ecological city menjadi alternatif dalam pengelolaan daerah aliran sungai yang berkelanjutan. Metode evaluatif yang digunakan diantaranya adalah evaluasi kondisi guna lahan eksisting berdasar kebijakan, perhitungan kapasitas saluran drainase dan prediksi limpasan permukaan total, serta evaluasi konsep ecological city yang terdapat dalam dokumen rencana tata ruang wilayah (Provinsi Kalteng, Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas) didasarkan pada penilaian indikatornya. Upaya yang bisa dilakukan dalam menata ruang dan ruang air di wilayah calon ibukota negara yaitu; 1) mengidentifikasi pola aliran sungai dan kecenderungan penyebaran genangan; 2) mengetahui penyebab terjadinya genangan oleh faktor kondisi fisik dasar, faktor guna lahan, dan faktor prasarana drainase; serta 3) mengidentifikasi upaya struktural terkait rekayasa teknis peresapan air hujan, penyimpanan air hujan di tempat, dan masterplan perencanaan drainase.

 

bahan tayang silahkan didownload :

PPT Ruang Air & Tata Ruang, Tantangan Kota Palangka Raya sbg Lokasi Alternatif Pemindahan Ibukota Negara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*