Pinned

Sektor Pariwisata, Masa Depan Lombok Barat

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi dan sumber daya alam yang melimpah. Ribuan pulau besar dan kecil dan mulai dari bagian barat sampai timur dan pantai yang indah karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Begitu pula Kabupaten Lombok Barat yang secara geografis merupakan wilayah yang berada di tengah-tengah Indonesia, tepatnya di sebelah barat dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berada di lokasi strategis pergerakan wisatawan, Lombok Barat memiliki kekayaan alam berlimpah yang belum dioptimalkan pengelolaannya, seperti pantai yang indah dan perbukitan yang masih alami. Saat ini kekayaan alam menjadi tulang punggung pembangunan khususnya potensi pada sektor pertanian, terbukti dengan kontribusi sektor dalam PDRB sebesar 20,23%. Seiring waktu, sektor tersebut cenderung mengalami penurunan setiap tahunnya. Jika dilihat dari potensi alam yang berlimpah, masih begitu alaminya serta perkembangan global, maka sektor yang paling prospek untuk dikembangkan kedepan di Kabupaten Lombok Barat adalah sektor pariwisata.

Perkembangan pariwisata di Lombok Barat didukung oleh kondisi geografis dengan gugusan pulau-pulau kecil (gili) yang tersebar, iklim tropis, dan kekhasan kebudayaan dari Suku Sasak, sehingga menjadi daya tarik dalam pengembangan destinasi wisata yang mendunia. Pengembangan pariwisata Lombok Barat akan semakin menarik dengan ditetapkannya Kawasan Strategis Pengembangan Pariwisata Nasional (KSPPN) Mandalika. Lombok Barat bisa mengambil peran bersamaan dengan momentum kebijakan strategis itu. Mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru berbasis sektor pariwisata berkolaborasi dengan sektor lainnya dan mengemas potensi desa untuk menjadi desa wisata tematik.

Pertumbuhan Pariwisata Lombok Barat

Kabupaten Lombok Barat juga didukung oleh isu strategis internasional, sektor pariwisata yang  menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat di dunia dalam dua puluh tahun terakhir. Pertumbuhan pesat tersebut dilihat dari jumlah wisatawan internasional meningkat sampai 1,08 milyar pada tahun 2013, dan lebih dari 6 milyar wisatawan melakukan perjalanan di dalam negeri mereka masing-masing. Jumlah wisatawan internasional diperkirakan akan meningkat menjadi 1,4 milyar pada tahun 2020, dan menjadi 1,8 milyar pada tahun 2030. Dari jumlah tersebut, 57% wisatawan diperkirakan akan mengunjungi destinasi wisata di negara yang perekonomiannya sedang tumbuh dan berkembang, hal tersebut sangat menguntungkan apabila Kabupaten Lombok Barat benar-benar bisa mengembangkan sektor pariwisatanya. Apalagi Pulau Lombok dekat dengan Bali yang merupakan pusat wisata di Indonesia, dan juga Lombok Barat dilintasi pergerakan wisatawan dari gerbang udara Bandara Internasional Lombok dan gerbang laut Pelabuhan Lembar yang akan menuju Gili Trawangan dan Gunung Rinjani serta destinasi favorit lainnya.

Pentingnya Visi dalam Membangun Pariwisata

Pengembangan kepariwisataan Lombok Barat telah berlangsung selama lebih dari tiga dasawarsa namun hingga kini belum memiliki arah yang jelas karena tidak didukung oleh perencanaan yang matang. Mewujudkan pariwisata sebagai sektor unggulan di Lombok Barat perlunya perencanaan yang matang, perencanaan desinasi wisata sekaligus perencanaan sumber daya manusia (SDM) dan sinergi dengan kebijakan pemerintah daerah. Jika sinergi tersebut dijalankan, sektor pariwisata dapat berkembang dan menjadi sektor unggulan wilayah bersaing dengan sektor pertanian. Dengan masih tingginya jumlah penduduk miskin Lombok Barat sebesar 17% dan masih terdapat angkatan kerja yang menganggur sebesar 3,35% harus mendorong semangat daerah untuk menjadikan pengembangan pariwisata menggerus kemiskinan. Kemiskinan yang terdapat di Kabupaten Lombok Barat masih tinggi karena masih rendahnya upah minimum kerja dengan variasi lapangan kerja terbatas, belum meratanya pembangunan infrastruktur, sektor pertanian yang belum mampu menjamin kesejahteraan petani terutama kepemilikan lahan terbatas dan belum dikembangkan komoditas bernilai ekonomi tinggi serta permasalahan kualitas sumber daya manusia. Sejauh ini beberapa keorganisasian masyarakat melalui Pokdarwis di beberapa destinasi wisata masih terbatas ide dan program kerja, perannya kurang strategis seperti hanya menjaga kualitas lingkungan kawasan saja dan belum kontribusi dalam kegiatan inti pariwisata seperti guide tour, produsen oleh-oleh atau sebagai biro perjalanan. Disini angka pengangguran sebetulnya bisa ditekan dengan menjadikan peluang tersebut diisi oleh anak-anak muda Lombok Barat. Sehingga diharapkan mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi dan berimplikasi pada peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia).

Pengembangan pariwisata di Kabupaten Lombok Barat kedepan harus memecahkan dan mencarikan jalan keluar dari masalah-masalah yang terjadi di sektor pariwisata saat ini. Selain permasalahan sumber daya manusia juga terdapat kendala pada pemenuhan unsur-unsur pariwisata pada destinasi wisata. Permasalahan pertama datang pada tahun 2008, ketika Kabupaten Lombok Barat ditinggalkan wilayah bagian utaranya yaitu Kecamatan Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan, dan Kecamatan Bayan yang membentuk Kabupaten Lombok Utara. Tercacat di kecamatan tersebut  terdapat destinasi favorit dan unggulan Lombok Barat, yaitu Gili Trawangam, atau Gili Air dan Gili Meno. Meskipun kehilangan destinasi potensialnya Kabupaten Lombok Barat tidak perlu berlarut-larut sedih, karena masih terdapatnya wisata potensial lainnya yang masih alami, belum dikelola dan dikunjungi banyak wisatawan, dan tentunya bisa dikolaborasikan dengan budaya Sasak. Destinasi yang potensial dikembangkan antara lain Taman Narmada, Wisata Lingsar, Gili-Gili di Kawasan Pantai Selatan, Pantai Mekaki, pantai Bangko-Bangko, Gunung Pengsong, Taman Suranadi, Wisata Alam Sesaot, dan Desa Banyumulek serta potensi pengembangan desa wisata berbasis sektor agro, industri kecil dan ekonomi kreatif.

Infrastruktur Pendukung Pariwisata

Dengan potensi segudang destinasi wisata, sejauh ini pengelolaan sarana pendukung dan fasilitas pendukung objek wisata tersebut masih banyak menyisakan pekerjaan rumah bagi pengelola dan pemerintah daerah. Kendala yang terjadi dominan berada di wilayah selatan Kabupaten Lombok Barat. Jalan yang rusak dan tidak terdapat lampu penerangan jalan di wilayah selatan yang rentan terhadap keamanan wisatawan apabila sedang atau akan menikmati indahnya sunset atau sunrise yang tersaji di Samudera Hindia. Tidak hanya aksesibilitas, kesenjangan perkembangan antara selatan dan utara dapat dilihat dari sebaran dan jumlah fasilitas perdagangan dan jasa maupun fasilitas di kawasan wisata, seperti jaringan air bersih pada destinasi wisata Gili Sudak yang masih memanfaatkan air tawar dari kampung yang berada di sekitarnya dan tidak teraksesnya jaringan listrik di Pantai Mekaki. Permasalahan sampah di destinasi wisata juga menjadi kendala dan merusak estetika lingkungan. Selain prasarana, masalah terjadi di sarana pendukung pariwisata seperti penginapan/hotel dan tempat makan yang belum tersebar merata di destinasi wisata. Tempat makan ataupun restoran menjadi potensial karena semua wilayah memilikinya dan menyajikan makanan khas Lombok yang terkenal dengan kepedasannya seperti ayam taliwang, sate rembige, sate bulayak, dan nasi puyung.

Permasalahan terakhir dalam pengembangan pariwisata di Lombok Barat, yaitu promosi yang dilakukan masih bersifat parsial dengan kuantitas masih rendah. Melalui promosi diharapkan dapat menarik jumlah wisatawan yang akan berkunjung, tercatat agen wisata sudah melakukan promosi berupa media cetak seperti buku panduan wisata dan juga melakukan pameran di tahap Internasional, serta sudah melakukan promosi web. Di era globalisasi ini, peran web sangat penting bagi wisatawan untuk mengakses informasi destinasi wisata. Promosi juga bisa dilakukan dengan menambah frekuensi penyelenggaraan event-event internasional dan menawarkan paket wisata. Penyelenggaraan event-event bertingkat internasional seperti Festival Senggigi, Mekaki Marathon, Tour de’ Lombok dan inovasi lainnya sangat terbuka untuk dilakukan. Membuat paket wisata dari event-event yang diselenggarakan atau dengan membuat paket wisata dengan melihat potensi banyaknya destinasi wisata dan pasar wisatawan yang terdapat di Bali, karena sudah terdapatnya gerbang penghubung wilayah potensial yaitu Pelabuhan Lembar yang dapat melayani kapal dari Bali ke Lombok Barat dan gerbang penghubung udara Bandara Internasional Lombok yang sangat potensial mendongkrak jumlah wisatawan lebih banyak lagi.

Visi-Misi dan Kebijakan Pembangunan Pariwisata Lombok Barat

Pengembangan sektor unggulan pariwisata masa depan perlu didukung kebijakan yang mengatur sektor pariwisata di Kabupaten Lombok Barat. Beberapa kebijakan yang harus diacu yaitu Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Nasional (RIPPNAS) Tahun 2010-2025, Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPPDA) Provinsi NTB Tahun 2013-2028, dan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat No. 2 tahun 2016. Sehingga penetapan visi pariwisata yang layak untuk Kabupaten Lombok Barat yaitu “Terwujudnya Pariwisata Kabupaten Lombok Barat yang Unggul Berbasis Ekowisata untuk Meningkatkan Perekonomian Daerah”.

Mewujudkan visi pembangunan pariwisata perlu didukung oleh misi dan program-program yang harus disiapkan. Misi-misi pembangunan sektor pariwisata Kabupaten Lombok Barat yang pertama adalah pemerataan pembangunan pariwisata di Kawasan Utara dan Kawasan Selatan yang ada dengan memperhatikan kearifan lokal, lingkungan, dan sesuai dengan minat wisatawan. Program yang dapat dilakukan yaitu dengan mengadakan event/festival dengan nilai budaya dan adat lokal atau event yang sering dilakukan seperti lari marathon atau balap sepeda, pembatasan jumlah pengunjung di tiap destinasi wisata sesuai dengan daya dukung destinasi wisata, menjaga lingkungan di tiap destinasi wisata dengan menyiapkan TPS khusus untuk destinasi wisata, membuat event untuk perlindungan terhadap sumber daya alam seperti event pelestarian terumbu karang, dan meningkatkan keamanan di destinasi wisata dengan menyiagakan pengawas disetiap destinasi wisata.

Misi kedua yaitu menyediakan infrastruktur dan meningkatkan aksesibilitas di ODTW Lombok Barat. Program yang dilakukan dengan memperbaiki kualitas jalan dan melengkapi dengan PJU serta pengaman jalan di Pantai Mekaki, menyediakan pipa transmisi dan distribusi air bersih ke gili-gili di Kawasan Sekotong, pembangunan toko/tempat penjualan souvenir dengan melibatkan masyarakat sekitar, penyediaan sarana akomodasi di kawasan Timur dan kawasan Selatan seperti bus, menyediakan halte bus pada kawasan pariwisata agar memudahkan perpindahan wisatawan dan lebih menjaga kualitas lingkungan dari polusi, dan meningkatkan kualitas dengan menetapkan jadwal pengangkutan wisatawan ke gili-gili atau dengan pembangunan dermaga kecil untuk perahu wisata dengan mempertimbangkan kuantitas jumlah perahu menuju Gili,. Misi ketiga yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, sehingga masyarakat dapat menghasilkan produk lokal dan berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata. Program yang dilakukan yaitu melakukan pelatihan menjadi pemandu wisata, melakukan pelatihan dan pembinaan untuk membuat souvenir khas yang dapat diintegrasikan dengan produk unggulan lain seperti kopi khas Lombok, gula aren, dodol, kerajinan tenun, dan kerajianan anyaman tas. Program lainnya yaitu dengan melakukan pelatihan dan pembinaan untuk menjaga keamanan di destinasi wisata, melakukan pelatihan dan pembinaan untuk menjaga kebersihan lingkungan yang merupakan potensi dari pariwisata Lombok Barat serta penyiapan rumah masyarakat dapat dijadikan tempat penginapan (sarana akomodasi) yang terstandarisasi.

Misi terakhir yaitu meningkatkan kegiatan pemasaran dan promosi pariwisata di Kabupaten Lombok Barat, dengan program-program seperti melakukan pemasaran dalam skala nasional dan internasional, melakukan promosi dan pemasaran melalui website dengan menggunakan informasi geografis pariwisata (web gis) secara online, dan media cetak dengan berita yang terbaru (update), melakukan kerjasama dengan pihak maskapai penerbangan terkait promosi dan penerbangan, melakukan kerjasama dengan Pokdarwis terkait pemasaran dan promosi, dan melakukan kerjasama dengan pihak swasta sebagai pelaksana dan pemerintah sebagai fasilitator, serta dengan mengembangkan paket wisata potensial seperti contohnya wisata keliling wilayah Sekotong berupa snorkeling, diving, dan olahraga air yang diintegrasikan dengan jadwal sandar dari perjalanan dengan kapal feri yang singgah di Pelabuhan Lembar. Ataupun menyajikan destinasi wisata utama seperti paket golf tour yang dipadukan dengan keliling-keliling destinasi wisata di sekitar Narmada berupa keliling Pantai Senggigi, mengunjungi Wisata Alam Sesaot, Taman Suranadi, Pura Lingsar, Taman Narmada, dan Desa Banyumulek.

Program Prioritas Sektor Pariwisata

Setiap program-program tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam bagian indikasi program sesuai dengan kebijakan berlaku. Program tersebut direncanakan yang memperlukan waktu proses dalam tahapan untuk pencapaiannya. Oleh sebab itu, perlu adanya timeline pelaksanaan program yang digunakan untuk memudahkan pelaku dan stakeholder berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata. Prioritas yang perlu dilakukan pada tahun pertama sampai tahun kelima secara berurutan dan bertahap yaitu pelatihan masyarakat lokal dalam menyiapkan atraksi wisata baru (desa wisata), membangun fasilitas umum yang dilakukan. Juga peningkatan kinerja organisasi  dan kelembagaan pariwisata melalui pelatihan yang dimotori oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat serta melaksanakan pameran kreatif yang diikuti oleh pelaku wisata yang berhasil di seluruh Indonesia. Selanjutnya, juga tidak kalah penting adalah infrastruktur jalan, jembatan, air bersih, listrik menjadi fokus untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*