Pinned

Persepsi dan Konsepsi Ideal tentang Sungai

Sungai secara sederhana diartikan sebagai air yang mengalir pada permukaan bumi yang terbentuk secara alami dan membentuk suatu pola aliran air. Bagian hulu sungai umumnya terletak di kawasan perbukitan dan kawasan pegunungan. Aliran sungai mengalir dari daerah yang tinggi yang disebut hulu dan berakhir pada suatu lokasi di daerah lebih rendah yang biasa disebut hilir. Sungai bermanfaat sebagai salah satu sumber air bagi makhluk hidup dan selalu berhubungan dengan perkembangan zaman.

Menilik pada sejarah pada masa lampau, telah diketahui bahwa terdapat peradapan yang berkembang di dekat aliran sungai. Sejak dari peradapan di masa Mesopotamia hingga Babylonia tercatat lembah-lembah sungai merupakan tempat sejarah peradapan dimulai. Dari sudut pandang keagamaan pun, sungai dan air telah menjadi aspek yang penting. Agama Islam menjelaskan bahwa air merupakan media untuk membersihkan dan menyucikan diri sebelum melakukan ibadahnya. Air suci juga ditemukan dalam konsep Agama Hindu sebagai air yang digunakan dalam upacara-upacara keagamaan. Di Agama Nasrani air juga digunakan dalam kegiatan pembaptisan. Meski air menunjukkan manfaat yang begitu besar, namun sejarah juga menunjukkan bahwa air memiliki daya penghancur yang sangat dahsyat. Tentu manusia belum lupa terhadap bencana tsunami yang menimpa Jepang di tahun 2011 dan Aceh di tahun 2004. Bencana tersebut menimbulkan bencana mencapai ribuan hingga ratusan ribu korban jiwa. Hal tersebut semakin menunjukkan bahwa sungai sebagai salah satu sumber air adalah berkah dari alam dan memiliki peranan yang besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

 

Persoalan Sungai

Persoalan mengenai sungai memang cukup rumit. Kondisi sungai yang mengalir dari hulu hingga hilir menunjukkan bahwa penanganan dan pengelolaan sungai tidak dapat dilaksanakan secara parsial. Pengelolaan sungai memerlukan perhatian dari berbagai daerah yang dilalui sungai. Selain itu juga diperlukan kerjasama dari berbagai stakeholder yang terkait, baik dari masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta perguruan tinggi. Masyarakat dan pemerintah daerah akan selalu terkait dan sangat diperlukan peranannya karena pada dasarnya masyakarat adalah pihak yang secara langsung memanfaatkan sungai, dan akan secara langsung menerima akibat apabila sungai tidak dikelola dengan baik. Pemerintah pusat memiliki tanggung jawab yang besar dalam mengelola dan menjaga sungai karena berdasarkan peraturan yang ada air dan sungai yang memiliki pengaruh pada hajat hidup masyarakat luas merupakan tanggungjawab negara. Sedangkan perguruan tinggi diperlukan sebagai salah satu ujung tombak dalam upaya penelitan dan pengembangan yang terkait dengan upaya konservasi sungai.

Sungai sering menjadi sasaran yang dianggap bersalah ketika terjadi bencana. Sebagai contoh, sungai yang meluap dan menyebabkan banjir sering disalahkan karena kondisi sungai yang kotor, penuh sampah, mampet, serta mengalami pendangkalan. Padahal apabila ditelusuri lebih lanjut, manusia memiliki peranan yang besar yang menyebabkan terjadinya bencana tersebut. Kongres Sungai Indonesia pada tahun 2015 menyebutkan bahwa penyebab kondisi buruk sungai adalah pencemaran, sedimentasi, dan kerusakan lingkungan di daerah hulu. Kegiatan manusia yang berakibat buruk pada sungai adalah kebiasaan dalam membuang sampah di sungai. masyarakat seringkali memilih membuang sampah di sungai karena dianggap praktis dan akan menghidarkan mereka dari masalah berupa bau yang tidak sedap. Kondisi seperti ini yang terjadi dan didasari oleh persepsi yang salah terhadap sungai akan berdampak buruk bagi masyarakat dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang bersifat integral sehingga permasalahan sungai dapat diatasi.

 

Persepsi atas Sungai

Bencana yang muncul dan berdampak pada manusia sering dapat terlihat sebagai siklus atau pola yang akan selalu terjadi. Meski demikian, bukan berarti berbagai kegiatan manusia tidak menimbulkan dampak dan memicu terjadinya bencana. Bentuk pengelolaan dan pemanfaatan sungai yang dilaksanakan tanpa mempertimbangkan aspek keberlanjutannya dapat merusak ekosistem sungai dan berdampak pada bencana seperti banjir atau tanah longsor di sekitar sungai. Ditambah lagi apabila kesadaran dan kepedulian masyarakat masih rendah makan akan semakin menghambat upaya untuk menjaga sungai. Masih banyak orang yang beranggapan bahwa sungai hanyalah suatu sumber air yang tinggal dimanfaatkan atau bahkan dapat diperlakukan seenaknya. Padahal sungai dan air sama halnya dengan hutan dan tanah, yang merupakan bagian dari identitas suatu bangsa dan negara.

Terdapat banyak aspek nilai yang terkait dengan sungai dan harus selalu perlu dipertimbangkan, seperti aspek sosial, budaya, politik, hukum, dan ekonomi. Sejarah membuktikan bahwa sering terjadi konflik mengenai upaya masyarakat dalam memperoleh air. Air, termasuk sungai, yang merupakan sumber penghidupan sering diupayakan untuk dikuasai demi pemenuhan kebutuhan suatu kelompok. Padahal pemanfaatan dengan cara yang demikian tidak dapat berjalan maksimal karena sifat sungai yang selalui terkait dari hulu hingga hilir, sehingga perlu dikelola bersama.

Pembangunan daerah berpotensi untuk mengganggu keberlansungan sungai. Sering ditemukan pembangunan yang memiliki kecenderungan pada pembangunan fisik. Pembangunan dengan cara tersebut menunjukkan bahwa persepsi pembangunan masih menggunakan pendekatan yang memperhatikan nilai ekonomi, kerugian dan keuntungan yang dapat diperoleh, namun belum menggunakan persepsi konservasi.

Perubahan persepsi pembangunan dari bersifat eksploratif perlu dirubah menjadi menggunakan pendekatan yang menggunakan persepsi konservasi. Pemahaman bahwa sungai dapat dimanfaatkan seenaknya hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia harus dirubah. Sungai harus dipahami sebagai salah satu bagian dari lingkungan yang merupakan amanat dari Sang Pencipta sehingga harus diperlakukan dengan baik. Pendekatan dengan cara seperti ini akan membantu dalam upaya manusia untuk menjaga keberlangsungan sungai, agar dapat bermanfaat di maka kini dan memberi manfaat pula di masa mendatang.

 

Konsep Ideal tentang Sungai

Konsep ideal tentang sungai dapat dilihat dari dua hal, yaitu sungai secara fisik dan sungai dalam memberikan kemanfaatan bagi kehidupan di sekitarnya. Umumnya bayangan yang muncul apabila dibahas mengenai kenampakan fisik sungai yang ideal adalah sungai yang bersih dengan air yang mengalir dalam kondisi yang bersih pula, serta dikelilingi oleh berbagai tumbuhan. Hal tersebut telah menggambarkan bahwa sungai pada dasarnya terdiri dari dua komponen, yakni abiotic dan biotic. Komponen abiotic pada sungai antara lain seperti air, batu, kerikil, pasir, dan lain sebagainya. Sedangkan komponen biotic yaitu makhluk hidup yang berada di sungai atau sekitarnya seperti berbagai hewan dan tumbuhan. Berbagai komponen yang ada di sungai memberikan kesempatan bagi manusia untuk mempelajari berbagai hal. Ruang belajar tidak hanya berada di dalam kelas tetapi juga dapat dilaksanakan dengan mempelajari sungai secara langsung.

Manfaat yang dapat diberikan dari sungai ada berbagai macam. Mulai dari sungai sebagai sumber air dalam irigasi, sebagai sarana sosial dan budaya masyarakat, hingga sungai sebagai suplai air tanah. Sungai yang baik memiliki beberapa indikator, antara lain: Pertama, bersih. Indikator sungai yang paling sederhana adalah bersih. Bersih dalam artian tidak ada sampah yang maupun cairan limbah. Bersih juga dapat dilihat dari sudut pandang panca indera, yaitu sungai yang jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Kedua, sehat. Sehat yang dimaksud dalam hal ini adalah sungai dalam kondisi yang tidak tercemar zat beracun atau zat-zat lain yang dapat membahayakan makhluk hidup. Kondisi sungai yang tercemar akan mengancam keberlangsungan hewan atau tumbuhan yang berada di sungai tersebut, bahkan juga dapat membahayakan masyarakat yang memanfaatkan sungai secara langsung. Ketiga, hijau. Sungai yang hijau memiliki maksud bahwa terdapat tumbuhan di sekitarnya. Keempat, terjaga. Sungai yang baik adalah sungai yang terjada dan terpelihara dari aspek fungsi dan morfologinya. Kelima, bermanfaat. Tentu sungai yang baik adalah sungai yang mampu memberikan manfaat bagi makhluk hidup, termasuk masyarakat di sepanjang aliran sungai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*