Pinned

Melirik Eksotisme Destinasi Wisata, Optimasi Sektor Minapolitan & Mendorong Ekonomi Berbasis Sektor Industri di HULU SUNGAI SELATAN

EKSOTISME WISATA HULU SUNGAI YANG BELUM TEREKSPOSE

Pariwisata atau yang dewasa kini dikenal oleh banyak kalangan dengan istilah travelling baik itu dengan harga yang murah maupun dengan akomodasi hotel dan transportasi yang mahal mulai perlahan menjamur dan digemari oleh banyak orang. Tentunya hal tersebut menjadi peluang peningkatan ekonomi terhadap masyarakat sekitar lokasi. Bagaimana bisa ? tentu salah satu yang bisa dilakukan adalah memberikan sentuhan terhadap destinasi wisata berdasarkan kearifan lokal penduduk, mendirikan rest area maupun sekedar tempat makan sederhana untuk wisatawan melepas lelah. Apakah pemerintah daerah diuntungkan ? tentu. Karena sinergi yang terjadi dengan meningkatnya pelayanan oleh warga lokal akan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan yang menambah pundi-pundi penghasilan daerah.

Adanya potensi wisata yang masih dapat dikembangkan dengan baik dan menarik yang dapat menjadikan wisatawan betah tentunya sayang apabila tidak diekspos dengan maksimal. Wisata yang ada di Hulu Sungai Selatan beragam dan memiliki daya Tarik yang khas sehingga wisatawan yang datang memiliki kenangan dan perjalanan yang unik tersendiri. Adanya destinasi wisata seperti wisata budaya lokal yang berjumlah 36 destinasi mulai Seni tradisional hingga Balai Adat Dayak yang ada di Kawasan Loksado. Sedangkan keindahan wisata alamnya pun tidak kalah beragam dengan daya tarik, hal dasar yang membuat seseorang mau berkunjung ke tempat wisata yaitu Daya Tarik awal ketika dilihat baik dari hasil review di web maupun hasil jepretan foto yang diunggah di sosial media. Masih banyak fasilitas yang ada di beberapa tempat wisata yang ada di Kecamatan Loksado pegununagan mera- tus, seperti di Kawasan Rawa- Rawa Kecamatan Daha Utara perlu dilakukan pembenahan terkait dengan sesuatu yang bisa dibeli masyarakat, yang dapat di lakukan disana, dan apa yang bisa diingat setelah berkunjung kesana. Namun kondisinya belum dikem- bangkan dengan baik sehing- ga keindahan tempat wisata yang harusnya bisa dikem- bangkan belum terjamah dengan baik. Destinasi yang patut dikunjungi. Mulai dari Air Terjun Heratai, Gunung Kantawan, hingga Riam anai di Desa Lok Lahung. Hulu Sungai Selatan misalnya, memiliki potensi yang menawan terkait dengan eksotisme telaga, air terjun dan pariwisata budaya yang ada. Namun kondisinya belum terwadahi dengan baik apabila ditinjau dari beberapa hal yang tentunya dapat menunjang kegiatan wisatawan yang datang dengan seperti Promosi, Sarana & Prasarana, Daya Tarik, dan Kelembagaan yang mumpuni.

Sarana dan Prasarana, lokasi wisata yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan cenderung menyebar dengan jarak yang relatif jauh. Penyediaan jalan misalnya ada yang sudah memiliki perkerasan aspal namun juga ada perkerasan jalan yang belum terpenuhi dengan baik terkait dengan kondisi jalan yang masih buruk sebagai contoh di Air Terjun Haratai. Selain itu juga penyediaan sarana penginapan ju- ga untuk wisata budaya lokal masih tercover dengan baik, hal ini dikare- nakan masih berada di pusat kota. Namun untuk wisata alam yang ada masih diperlukan waktu 30-60 menit untuk menuju penginapan.

Kelembagaan, Peran masyara- kat sebagai pengelola objek wisata secara umum dari 33 daya tarik wisata yang terdapat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, hanya Wisata Air Panas Tanuhi dan Museum Rakyat HSS yang dikelola oleh pemerintah. Adapun 31 daya tarik wisata lainnya dikelola oleh masyarakat secara swadaya. Hal tersebut menimbulkan kelemahan berupa lemahnya sistem pencatatan terkait jumlah pengunjung atau wisatawan sebagai salah satu indi- kator keberhasilan dari pem- bangunan kepariwisataan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Promosi, eksotisme wisata yang ada di Kabupaten Hulu Selatan memiliki ciri khas daerah Kaliman- tan yang menarik untuk dikunjungi. Namun saat ini keindahan wisata tersebut belum dapat terkspos dengan baik. Bahkan untuk waraga lokal yang berada pada jarak minimal 60 km dari tempat wisata masih banyak yang belum mengetahui adanya tempat wisata. Tentunya hal tersebut akan berdampak pada wisatawan domestic yang akan berkunjung kedaerah tersebut. Hal ini perlu dilakukan pembentukan tim khusus terkait dengan mempro- mosikan wisata melalui media cetak, elektronik maupun media sosial yang lagi hits pada beberapa tahun terakhir.

Tentunya dengan kondisi potensi wisata di Kabupaten Hulu Sungai Selatan saat ini hanya berkontribusi sebesar 5,19% dari total jumlah pengunjung yang me- masuki Kabupaten Hulu Sungai Selatan hal ini men- jadi perlu diperhatikan mengingat prosentasi daya Tarik wisata di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebe- sar 16%, hanya beda 3% dengan daya Tarik wisata yang ada di Kabupaten Banjar. Tentunya hal ini perlu penyediaan khusunya jaringan jalan yang baik, se- hingga dapat memanjakan wisatawan, (2)Strategi pengembangan wana wisata yang dapat dijadikan daya Tarik unggulan untuk menarik minat wisatwan domestik, (3Peningkatan komunikasi dan sinergisitas kerja sama pengembagan antara masyarakat lokal dengan pemerintah guna mengembangkan wisata di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan (4) Pengadaan dioptimalkan, dengan beberapa tahapan yang dapat dilakukan sebagai berikutt, (1) Optimalisasi sarana dan prasarana yang ada di Kawasan wisata dengan dan optimalisasi kegiatan promosi melalui media cetak, elektronik, maupun media sosial dengan pembentukan tim khusus.

PERAN SEKTOR INDUSTRI DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN

Sebagai salah satu sektor penting dalam pembangunan, sektor industri sedang berbenah guna untuk mendorong perekonomian daerah. Peran sektor industri dalam penyerapan tenaga kerja merupakan potensi besar untuk dijadikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar industri. Sektor industri merupakan sektor potensial untuk dijadikan sebagai ladang investasi untuk pengembangan daerah. Di Indonesia sendiri Industri Pengolahan Non Migas menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

Meskipun ketidakpastian perekonomian nasional masih terus berlangsung, namun kondisi perekonomian Kabupaten Hulu Sungai Selatan tetap berjalan dengan pertumbuhan cukup tinggi dengan rata-rata 4,6% setiap tahunnya. Dari pertumbuhan kabupaten tersebut, pertumbuhan ekonomi industri pengolahan dalam kurun waktu 2009-2013 sebesar 3,77%. Dibandingkan sektor lain, pertumbuhan ekonomi industri pengolahan tergolong cukup rendah. Namun sumbangan industri pengolahan pada PDRB Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengalami peningkatan setiap tahunnya dari 5% di tahun 2012 menjadi 8% pada tahun 2015.

Dalam peningkatan potensi ekonomi Kalimantan Selatan dapat didorong oleh sektor pertanian seiring dengan adanya program swasembada pangan dan sektor industri pengolahan seiring dengan adanya permintaan produk olahan perkebunan. Nilai pertumbuhan proporsional sektor industri cenderung cepat dengan nilai pertumbuhan sebesar 0,16% dan lebih dari 50% luas wilayah memiliki kesesuaian lahan yang sesuai untuk dikembangkan menjadi wilayah industri. Sehingga di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sendiri sektor industri dapat dijadikan sektor unggulan untuk mendorong percepatan ekonomi. Pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat dilakukan perpaduan pembangunan beberapa sektor yaitu dengan pembangunan pariwisata untuk menjadi stimulus sektor lain khususnya sektor industri untuk dapat lebih berkembang. Pengembangan komoditas yang dapat mendukung pengembangan kawasan memerlukan sinergi antara pengembangan produk dengan industri hilir sehingga produk yang sudah dikembangkan dapat dipasarkan.

Kegiatan sektor industri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan memliki industri besar berupa industri pengolahan sawit. PT. Subur Agro Makmur sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit merupakan satu-satunya industri besar di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dengan lahan produksi seluas 7 Hektar dan tenaga kerja sebanya 3.000 pekerja, PT. Subur Agro Makmur mampu mengelola kelapa sawit menjadi minyak kelapa setengah jadi yang kemudian akan didistribusikan ke Pulau Jawa atau kabupaten lain di Pulau Kalimantan untuk dilakukan pengolahan lebih lanjut. Apabila membicarakan sektor industri, rasanya tidak lengkap apabila tidak menyinggung IKM atau Industri Kecil dan Menengah. IKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah yang telah terbukti menjadi pilar perekonomian yang tangguh. Mengapa IKM dapat dikatakan menjadi pilar perekonomian yang tangguh? Karena di Indonesia sendiri, IKM memberikan 99% kontribusi pada sejumlah badan usaha dan memiliki andil sebesar 99,6% dalam penyerapan tenaga kerja.

Salah satu peran IKM dalam perekonomian yang paling krusial adalah menstimulus dinamisasi ekonomi dengan fleksibilitas yang dimiliki IKM dapat direkayasa untuk mengganti lingkungan bisnis yang lebih baik. IKM dikatakan tangguh karena sebagian besar IKM akan bertahan menghadapi krisis ekonomi yang bahkan membuat perusahan-perusahan besar lain gulung tikar. Sehingga pemerintah Indonesia saat ini turut berkonsentrasi dalam pengembangan potensi IKM dengan serius yang dibuktikan dengan berbagai macam program dan bantuan bagi IKM. Berdasarkan RPJMD Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 2014-2024, kawasan industri kecil menengah tersebar di beberapa kecamatan yang meliputi: (1) Industri Dodol, (2) Industri kerupuk, (3) Industri ikan kering, (4) Industri propeller, (5) Industri imitasi, (6) Industri pandai besi, (7) Industri gerabah, (8) Industri kue kering, (9) Industri anyaman bambu, (10) Industri Anyaman Purun, (11) Industri Kumpang Parang dan (12) Industri gula merah.

Potensi IKM di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sangat besar dengan jumlah unit usaha sebanyak 518 unit. Unit usaha terbesar merupakan produk mandau (souvenir khas Kabupaten Hulu Sungai Selatan) dengan jumlah unit usaha sebesar 155 unit dengan produktivitas 16.000 buah setiap tahunnya. Industri propeller (industri menengah) merupakan industri unggulan apabila ditinjau dari ketahanan produk, ketersediaan bahan baku, lokasi pasar, tenaga kerja dan kebijakan terkait. Skala pemasaran cukup luas hingga seluruh Pulau Kalimantan, bahkan pemasaran dilakukan hingga ke Pulau Jawa, Sumatra dan Sulawesi. Namun permasalah dalam pemasaran tidak langsung dilakukan tetapi diabil oleh perusahaan di Kota Samarinda sehingga produk dijual menggunakan nama perusahaan lain. Ketergantungan dengan bahan baku besi bekas membuat pengolahan bergantung pada ketersediaan bahan baku oleh pemasok. Selain itu sebagian tenaga kerja merupakan usia lanjut sehingga keberlanjutan usaha apabila tidak dilakukan regenerasi dapat bangkrut atau gulung tikar.

Permasalahan utama yang dihadapi sektor industri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan meliputi modal, bahan baku, SDM, teknologi dan pemasaran. Sebagian besar pelaku industri mengalami kesusahan dalam pencarian modal diakibatkan kurangnya pinjaman modal dari swasta atau pemerintah. Padahal seperti yang diketahui modal digunakan untuk menunjang kelangsungan hidup untuk mengembangkan usaha. Selain itu permasalahan industr di Kabupaten Hulu Sungai Selatan mempunyai nilai pertumbuhan pangsa wilayah sebesar -0,11% sehingga daya saing sektor industri dengan industri di kabupaten atau daerah lain masih lemah atau kurang. Sebagai bentuk dukungan pemerintah bagi pengembangan sektor industri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, arahan pengembangan berdasarkan visi misi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM adalah (1) Meningkatkan produk industri yang berdaya saing tinggi, (2) Meningkatkan sarana dan prasarana perdagangan yang kompetitif dan komparatif, (3) Menciptakan koperasi, (4) Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pelaku UKM, (5) Meningkatkan dan mengembangkan saran distribusi perdagangan dan (6) Meningkatkan pertumbuhan dan pengembangan wirausaha mikro, kecil dan menengah.

PENGEMBANGAN MINAPOLITAN MENJADI PILIHAN PROGRAM UNGGULAN

Berbicara mengenai laut tentunya Indonesia tidak akan pernah selesai terkait dengan kekayaan laut beserta kehidupan didalamnya. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa laut merupakan salah satu sumber penghidupan bagi rakyat Indonesia. Tidak hanya laut yang mampu memberikan hasil perikanan di Indonesia, masih ada sungai rawa maupun komoditas tawar lainya dan kegiatan ini sering dikenal dengan sebutan MINAPOLITAN. Adapun minapolitan itu sendiri memiliki makna kota perikanan atau kota di daerah lahan perikanan atau perikanan di daerah kota. Banyak potensi dan hasil perikanan yang mampu di olah, baik itu dalam bentuk makanan maupun kerajinan lain yang dipadukan dengan kreatifitas. Tentunya selain memanfaatkan kekayaan laut tersbeut kita juga perlu melestarikanya dengan cara menangkap yang benar tanpa merusak ekosisten didalamnya.

Kabupaten Hulu Sungai Selatan misalnya, Potensi perikanan Kabupaten Hulu Sungai Selatan menjadikan subsektor perikanan memiliki nilai yang cukup strategis dalam peta perekonomian daerah maupun antar kabupaten. Dinas perikanan dan Peternakan mencatat pada tahun 2014 jenis ikan yang paling banyak ditangkap adalah sepat rawa, sepat siam, papuyu, dan gabus. Jenis ikan yang paling banyak dibudidayakan adalah Patin, Toman dan Nila. Sedangkan untuk jenis ikan hasil budidaya paling banyak di budidayakan adalah patin dan toman.

Hal ini diperkuat dengan beberapa fakta yang menjadikan potensi perikanan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan patut dikembangkan, seperti masyoritas masyarakat memperoleh pendapatan dari kegiatan perikanan, menjaurnya industry perikanan beserta perdaganganya, serta adaya arahan pengembangan kawasan minapolitan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor Kep.35/Men/2013 serta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2011-2031. Apabila dilihat dari hasil perikanan yang ada terdapat beberapa jenis ikan tangkap dan budidaya yang mampu memberikan sumbangsih produksi perikanan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Untuk hasil tangkap ikan Gabus, Toman, Sepat Siam dan lainya mencapai produksi 4.443,60 Ton sedangkan untuk perikanan budidaya mencapai 8355,5 Ton. Hal ini menunjang terjadinya lonjakan kenaikan PDRB yang mana pada tahun 2014 mencapai 1.171.420.90 (Juta Rupiah) atau sekitar 27,22% yang tergabung dalam lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan. Perikanan menjadi salah satu penyumbang PDRB terbesar dibandingkan sektor-sktor lapangan usaha yang lainya.

Namun, berdasarkan hasil analisis yang dilakukan masih terdapat beberapa faktor yang menghambat perkembangan perikanan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan diantaranya : (1) teknologi penangkapan ikan yang masih kurang modern dan pro akan ekosistem laut (2) permodalan yang belum terpenuhi dengan baik (3) belum optimalnya sarana pemasaran seperti TPI (4) kurang baiknya aksesibilitas yang ada mengenai pendistribusian hasil perikanan. tentunya hal tersebut akan menghambat perkembangan sektor perikanan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, selain itu adanya permasalahan tersebut mendorong nelayan beralih profesi ke sektor- sektor lainya. Tentunya terkait dengan permasalahan tersebut ada beberapa terobosan yang bisa dilakukan untuk pengembangan sektor perikanan/ minapolitan yang ada di Kabupate Hulu Sungai Selatan. Beberpaa terobosan yang dapat dilakukan diantaranya: (1) Apabila memungkinkan perlu dilakukan pengembangan terkait dengan perbaikan infrastruktur jalan seperti di Kecamatan Padang Batung yang rusak sepanjang 11 meter dan pengembangan pelabuhan untuk mempermudah proses distribusi, (2) Perbaikan aksesibilitas Balai Benih Ikan (BBI) untuk memperlancar pemindahan benih ikan dari BBI menuju lokasi budidaya, (3) Pengadaan tempat pengolahan hasil perikanan yang terpusat untuk mengoptimalkan hasil produksi, (4) Penambahan sarana pemasaran seperti Tempat Pelelangan Ikan (TPI), (5)Pengembangan teknologi untuk produksi perikanan seperti alat tangkap dan metode budidaya ikan dan (6) Pengoptimalan sarana penyimpanan dan pengawetan ikan seperti cold storage.

One comment

  1. Muhammad Najih Fasya

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Saya najih dari angkatan 2016 pak, disini saya akan menyampaikan pendapat saya dari artikel Bapak yang sudah saya baca khususnya di bidang Minapolitan Pak. Seperti halnya yang disampaikan di tulisan Bapak bahwa jika berbicara kekayaan laut Indonesia tidak akan habis, Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara agraris namun juga negara maritim. Sebenarnya sektor minapolitan ini juga sangat menarik perhatian saya, minapolitan mungkin tidak sesering yang didengar khalayak umum seperti pariwisata, atau agropolitan. Namun minapolitan tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sangat bisa untuk mengembangkan potensi perikanan baik itu perikanan tangkap maupun budidaya. Daerah yang tidak memiliki laut juga tidak perlu berkecil hati karena masih bisa memiliki potensi perikanan budidaya air tawar.

    Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah contoh salah satu daerah yang ada di Indonesia yang memiliki potensi perikanan non laut dengan potensi unggulan ikan air tawar yaitu patin dan toman. Tentu sebuah prestasi tersendiri bagi Hulu Sungai Selatan karena perikanan menjadi salah satu penyumbang PDRB terbesar dibandingkan sektor-sektor lapangan usaha yang lainya. Namun dibalik prestasi tersebut, tentu ada kendala yang tidak sedikit bagi perkembangan perikanan di Hulu Sungai Selatan seperti yang tertera di atas. Saya mengambil dua poin penting disini, yaitu masalah sarana prasarana dan modal. 6 Terobosan tersebut juga menurut saya sangat cocok dan pas dengan permasalahn yang terjadi disana. Disini saya akan mencoba menyampaikan saran tambahan terkait terobosan tersebut.

    Pertama, teknologi yang digunakan bisa mengadaptasi atau mencontoh teknologi lain yang dianggap berhasil dalam penerapannya. Kedua, studi banding dari stakeholders terkait juga bisa dilakukan di kawasan minapolitan lain yang dianggap sukses dan berhasil. Ketiga, semua pengembangan sarana prasarana yang termasuk pengembangan infrastruktur, teknologi, aksesibilitas berupa kemudahan kegiatan distribusi, semua hal tersebut wajib untuk dikoordinasikan oleh semua pihak yang terkait terutama SKPD, masyarakat maupun swasta. Semua terkoordinasi, mulai dari hulu sampai hilir, dengan harapan semua pihak akan merasakan manfaatnya.

    Saya baru mengetahui ada situs pemerintah mengenai pusat informasi pelabuhan perikanan (http://pipp.djpt.kkp.go.id/) sehingga dalam hal ini segala pencatatan, informasi mengenai perikanan dapat terupdate dan terekam dengan baik. Cara tersebut juga merupakan salah satu terobosan, atau inovasi dari pemerintah untuk terus mengembangkan sektor-sektor yang ada. Demi kesejahteraan dan kemajuan bersama. Aamiin.

    Sekian, dan Terimakasih.
    Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*