Pinned

Lombok Timur menuju “Sustainable Agriculture”

Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) merupakan upaya memanfaatkan sumber daya yang dapat diperbaharui dan sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui untuk proses produksi pertanian dengan menekan dampak negatif terhadap lingkungan seminimal mungkin. Penilaian aspek keberlanjutan didasarkan pada penggunaan sumberdaya, kualitas dan kuantitas produksi, serta lingkungannya. Proses produksi pertanian yang berkelanjutan akan lebih mengarah pada penggunaan produk hayati yang ramah terhadap lingkungan. Sistem pengelolaan pertanian berada pada koridor pembangunan berkelanjutan dengan syarat; a) mampu menekan terjadinya penurunan produksi tanaman dari waktu ke waktu, b) menekan gangguan gulma, c) menekan serangan hama dan penyakit, d) mencegah terjadinya degradasi lahan, dan e) mempertahankan keberagaman tanaman (diversifikasi).

Kebijakan Pembangunan Sektor Pertanian

RTRW Lombok Timur Tahun 2012–2032 salah satu kebijakan strategi penataan ruangnya adalah pengembangan wilayah berbasis sektor pertanian. Hal tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian mendapat perhatian khusus untuk dikembangkan karena Kabupaten Lombok Timur potensi pertanian yang meliputi pertanian pangan dan hortikultura, perkebunan serta peternakan. Menurut RTRW Kabupaten Lombok Timur penetapan kawasan agropolitan diarahkan di Sembalun dengan sektor unggulan hortikultura. Kawasan sentra produksi peternakan dan pertanian Aikmel dan Wanasaba meliputi Kecamatan Aikmel dan sebagian Kecamatan Wanasaba dengan sektor unggulan ternak sapi dan sektor unggulan jagung.

Potensi Sektor Pertanian

Lahan pertanian di kawasan Sembalun kaya akan unsur hara dan subur, terlebih lagi berada di kaki Gunung Rinjani. Lahan pertanian dengan irigasi teknis seluas 6.429 hektar dan akan terus dikembangkan dengan target seluas 16.823 hektar. Pengairan lahan pertanian berasal dari sungai-sungai di dekat areal persawahan dan sumber mata air dari Gunung Rinjani.

Sistem pertanian di Kabupaten Lombok Timur dapat mengatasi risiko gagal panen akibat musim yang kurang cocok, hama, penyakit, gulma dan turunnya harga pasaran. Hal yang dilakukan oleh para petani untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan mempertahankan diversifikasi (kenakeragaman) tanaman dan mampu bertahan bila mengalami kegagalan dalam produksi. Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa para petani menggunakan sistem multiple cropping sehingga tanaman  yang ditanam beragam. Dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh para petani, mereka tahu tanaman mana yang cocok ditanam pada musim kemarau atau pun pada musim penghujan. Untuk mengatasi munculnya hama digunakan pestisida. Sayangnya pestisida yang digunakan belum alami, masih menggunakan bahan-bahan kimia. Cara yang dilakukan untuk mengatasi muncul dan menyebarnya penyakit pada tanaman yaitu dengan memperbaiki pola penanaman dengan memperhatikan jarak tanam, pergiliran tanam, waktu tanam, memperbaiki cara bercocok tanam, pemupukan berimbang, dan sebagainya. Para petani juga memanfaatkan gulma yang ada untuk pakan ternak. Dengan demikian risiko gagal panen dapat diminimalisir. Untuk prasarana pertanian, petani mendapatkan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur berupa alat-alat pertanian sehingga petani mengenal berbagai macam teknologi modern pertanian.

Sarana Prasarana Penunjang Sektor Pertanian

Selain itu pemerintah menyediakan sarana penunjang yang mendukung kegiatan pertanian seperti UPT (Unit Pelaksana Teknis) pertanian dan peternakan, Pasar, Pasar hewan, Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan), dan KUD (Koperasi Unit Desa). Sedangkan prasarana di Kabupaten Lombok Timur seperti jalan sudah dapat menunjang kebutuhan prasarana agropolitan. Namun, perlu adanya perbaikan jalan yang kurang baik atau rusak dan perbaikan penerangan jalan umum dan optimalisasi penggunaan penerangan jalan umum karena di beberapa jalan di Sembalun dan kecamatan lain masih terdapat jalan dengan kondisi kurang baik dan fasilitas pelengkap jalan umum yang kurang memadai, seperti penerangan jalan yang tidak berfungsi secara optimal. Hal ini agar dapat memperlancar pengguna jalan dan juga mempermudah untuk sistem distribusi hasil pertanian. Sedangkan Jaringan irigasi untuk mengairi pertanian yang ada di kawasan agropolitan Kabupaten Lombok Timur perlu ditambahkan terutama untuk kecamatan-kecamatan yang pertaniannya belum mendapatkan jaringan irigasi dan masih mengandalkan sistem tadah hujan.

Untuk mendukung pengembangan pertanian di Kabupaten Lombok Timur dibutuhkan kelembagaan yang dapat menjadi mediasi antara pemerintah dan petani. Pemerintah memiliki peran sebagai fasilitator, pembuat kebijakan terkait sektor pertanian, pengendali stabilitas harga hasil pertanian, dan penyelenggara program-program pertanian. Kelembagaan di Kabupaten Lombok Timur yang mendukung sistem agropolitan seperti kelompok tani, UMKM, kelompok ternak, dan gapoktan memiliki pengaruh besar terhadap bekermbangnya agropolitan di Lombok Timur namun masih ada petani yang belum bergabung dengan kelompok tani sehingga petani tidak mendapatkan informasi dari pemerintah menjadi halangan untuk mengembangkan agropolitan di Kabupaten Lombok Timur.

Visi dan Misi “Sustainable Agriculture”

Berdasarkan kondisi eksisting pertanian di Kabupaten Lombok Timur sedikitnya sudah menuju sustainable agriculture yang memiliki 3 dimensi yaitu dimensi lingkungan, ekonomi dan sosial. Guna meningkatkan dan mengembangkan konsep sustainable agriculture yang sudah ada saat ini disertai hasil analisis yang ada maka dirumuskan rencana visi Kawasan Agropolitan Kabupaten Lombok Timur yaitu “Mewujudkan Agropolitan Berkelanjutan Melalui Kemitraan Berbasis Ekonomi Masyarakat”. Pokok visi tersebut terdapat agropolitan berkelanjutan merupakan konsep yang ingin diterapkan dan dilaksanakan di Kabupaten Lombok Timur. Konsep ini terdiri dari beberapa sub pokok pembahasan yaitu unggul, inovatif, dan kemitraan, serta ekonomi rakyat. Unggul berarti memiliki kualitas hasil pertanian yang unggul dengan peningkatan mutu kualitas dari setiap bibit yang digunakan petani untuk meningkatkan hasil dan kualitas komoditas unggulan. Inovatif yang dimaksud yaitu peningkatan inovasi mengenai pengolahan hasil pertanian dan peningkatan inovasi untuk pertanian dan peternakan. Kemitraan yang dimaksud yaitu kemampuan untuk menjalin kerja sama dengan investor dan kemampuan untuk bermitra bisnis dengan pelaku usaha agribisnis dalam hal ini ialah UMKM. Ekonomi rakyat yang dimaksud yaitu meningkatkan fungsi KUD (Koperasi Unit Desa) dan meningkatkan minat masyarakat untuk UMKM pengolahan hasil pertanian. Visi Kawasan Agropolitan Kabupaten Lombok Timur disertai 6 misi diantaranya mencapai produktivitas hasil pertanian tinggi, mencapai kualitas sumber daya manusia yang unggul, mencapai peningkatan produksi sapi untuk bumi sejuta sapi, pemberdayaan masyarakat dengan pola kemitraan yang berbasis ekonomi masyarakat, kelengkapan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pertanian dan pemasaran, dan inovasi pengolahan komoditas unggulan semakin beragam. Rumusan visi misi tersebut didasarkan pertimbangan potensi masalah, akar masalah dan akar tujuan serta FFA (Force Field Analysis). Berdasarkan visi dan misi Kawasan Agropolitan Kabupaten Lombok Timur disusunlah arahan pengembangan komoditas, arahan pengembangan sarana dan prasarana, serta integrasi sektor agropolitan dengan sektor lainnya.

Pengembangan Komoditas Sektor Pertanian

Arahan pengembangan komoditas dibedakan menurut jenis komoditas unggulan di Kawasan Agropolitan Kabupaten Lombok Timur yaitu bawang merah, cabai besar, dan sapi. Dalam arahan komoditas cabai besar terdapat peningkatan kualitas komoditas dengan penggunaan bibit unggulan baik dari pemerintah maupun oleh petani sendiri dengan memanfaatkan pengembangan generatif dan teknologi serta penggunaan pupuk organik atau pupuk kandang. Selain itu terdapat  peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan pengadaan pelatihan dan penyuluhan mengenai cara bercocok tanam yang tepat sesuai dengan SOP, cara pengolahan hasil komoditas, serta sosialisasi terkait harga bahan dan harga pasar serta info mengenai penyakit cabai besar dan penanganannya agar meningkatkan inovasi bercocok tanam. Selain itu terdapat pembentukan agroindustri, serta diversifikasi produk komoditas dan  perluasan jaringan pemasaran baik untuk komoditas mentah maupun diversifikasi produk komoditas dengan integrasi antar sektor. Demikian pula dalam arahan pengembangan bawang merah tidak jauh berbeda dengan arahan pengembangan cabai besar karena kedua jenis komoditas ini sama-sama merupakan tanaman hortikultura.

Dalam arahan komoditas sapi terdapat peningkatan kualitas pakan ternak melalui pengembangan teknologi pakan ternak untuk menghasilkan sapi dengan kualitas unggul. Selain itu terdapat pelatihan guna meningkatkan kualitas sumber daya peternak terkait pengembangbiakan sapi, tata cara pengelolaan ternak sapi dimana terdapat penggunaan inovasi sumber pakan ternak dari limbah pertanian dan pemanfaatan limbah kotoran sapi, serta terkait manajemen pemasaran dan pengolahan sapi. Kemudian terdapat juga diversifikasi produk dari sapi. Arahan pengembangan komoditas diatas perlu didukung dengan pengembangan sarana dan prasarana agar pengembangan pertanian menuju agropolitan berkelanjutan tercapai dengan optimal. Arahan pengembangan sarana di Kawasan Agropolitan Kabupaten Lombok Timur yaitu perlu penambahan sarana yang belum terdapat di Kawasan Agropolitan Kabupaten Lombok Timur seperti balai penelitian pertanian dan peternakan dan pengoptimalan fungsi sarana yang sudah terdapat di Kawasan Agropolitan Kabupaten Lombok Timur. demikian pula arahan pengembangan prasarana yaitu perlu adanya perbaikan jalan yang kurang baik atau rusak dan perbaika penerangan jalan umum dan optimalisasi penggunaan penerangan jalan umum serta  perlu ditambahkan jaringan irigasi terutama untuk kecamatan-kecamatan yang pertaniannya belum mendapatkan jaringan irigasi dan masih mengandalkan sistem tadah hujan.

Integrasi Antar Sektor

Dari semua arahan pengembangan diperlukan integrasi antar sektor. Integrasi sektor agropolitan dengan sektor lain seperti keterkaitan antarsektor yaitu agropolitan dengan minapolitan terdapat pada rencana minapadi. Minapadi merupakan rencana yang disusun dengan mengaitkan kepentingan sektor agropolitan dengan sektor minapolitan. Minapadi merupakan salah satu teknik budidaya atau menanam padi, yang mana sekaligus juga untuk memelihara ikan atau membudidayakan ikan. Untuk menjalankan rencana ini dibutuhkan lahan-lahan pertanian yang digunakan untuk kegiatan minapadi. Selanjutnya ialah rencana antarsektor agropolitan dengan sektor industri. rencana yang disusun ialah membangun industri-industri yang melakukan pengolahan terhadap hasil tanam dan hasil ternak. Seperti mengolah hasil komoditas unggulan seperti bawang merah, cabai besar, serta sapi. Sedangkan rencana ketertarikan agropolitan dan pariwisata ialah menyediakan input untuk olahan produk pertanian dan peternakan kemudian dijual dan dipasarkan  ke toko oleh-oleh untuk kegiatan pariwisata di seluruh kecamatan yang memiliki diversifikasi produk olahan pertanian dan daerah pariwisata.

Untuk menjalankan arahan pengembangan disusunlah program untuk merealisasikan visi misi Kawasan Agropolitan Kabupaten Lombok Timur. Secara umum dalam 5 tahun kedepan perlu dilaksanakan beberapa program seperti pengadaan sarana yang belum tersedia dan pengadaan jaringan irigasi di kecamatan agropolitan yang belum terdapat irigasi serta perbaikan jalan ditahun pertama hingga kedua. Hal ini perlu dilakukan diawal periode agar pemerintah, petani dan peternak dapat segera mengembangkan dan meningkatkan produktivitas komoditas yang unggul maupun hasil diversifikasi produk komoditas. Terdapat juga program yang akan dilaksanakan dari tahun pertama hingga kelima seperti optimalisasi fungsi sarana yang sudah ada, pelatihan dan penyuluhan terkait pertanian maupun peternakan serta diversifikasi produk agroindustri kepada petani maupun masyarakat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM dan kualitas sarana setiap tahunnya. Kemudian terdapat program perluasan jaringan pemasaran dengan integrasi antar sektor ditahun keempat hingga kelima. Hal ini dilakukan karena pada tahun pertama hingga ketiga pemasaran komoditas mentah maupun diversifikasi produk agroindustri perlu ditingkatkan hingga tingkat nasional bukan hanya tingkat lokal saja dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang sudah dibangun pada tahun pertama dan kedua.

One comment

  1. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Saya Ismi Mariami, Mahasiswa Teknik PWK 16. Sebagai Mahasiswa yang mengikuti Mata Kuliah Studio Perencanaan Wilayah 2019 di sektor Agropolitan. Saya memilih membaca artikel ini, dikarenakan sangat menarik dan guna menambah pengetahuan saya pada sektor Agropolitan.
    Setelah saya membaca artikel ini. Saya mejadi lebih tau bahwa memang sustainable agriculture begitu penting. Saya sangat menyetujui bahawa dengan adanya sustainable agriculture ini dapat mengurangi gagal panen dan meminimalisir dampak buruk lainya. Dalam artikel Bapak, terdapat visi Kawasan Agropolitan Kabupaten Lombok Timur yaitu “Mewujudkan Agropolitan Berkelanjutan Melalui Kemitraan Berbasis Ekonomi Masyarakat”. Pada arahanya, Kabupaten Lombok Timur juga telah menetapkan beberapa program untuk mendukung visi tersebut. Menurut saya visi ini sangat baik dan patut dicontoh untuk kawasan Agropolitan lainya. Sehingga menurut saya, perlu diadakan dan dibiasakan beberapa kegiatan yang mampu menunjang adanya tema pengembangan berupa sustainable agriculture tersebut. Selain perlunya kegiatan diversifikasi tanaman dan pengendalian hama dengan obat yang ramah lingkungan, perlu adanya beberapa kegiatan lainya. Yakni menjaga kualitas air dan mengadakan agroforestry. Sangat diperlukan juga menjaga kualitas air sungai dari sumber mata air Gunung Rinjani, agar tidak tercemar oleh limbah dari kegiatan-kegiatan lainya. Selain diversifikasi maka ada teknik lainya yang dikemukakan oleh Ruijter dan Agus, 2004, yakni agroforestry. Teknik ini adalah mengkombinasikan tanaman semusim maupun tanaman tahunan untuk meningkatkan keuntungan, baik secara ekonomis maupun lingkungan. Sistem ini membantu terciptanya keanekaragaman tanaman dalam suatu luasan lahan untuk mengurangi resiko kegagalan dan melindungi tanah dari erosi.
    Sebelum nya, mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam tanggapan yang sudah saya sampaikan.
    Terimakasih
    Ismi Mariami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*