Pinned

GOWES

Mengayuh pedal sepeda bukan hal asing bagi saya. Saat masih dibangku SMP, dengan lokasi sekolah berjarak hampir + 2,5 km dari rumah, saya setiap hari menempuh perjalanan dengan bersepeda. Berlanjut saat SMA, dari rumah ke tempat pemberhentian bus saya mengayuh pedal setiap harinya, rutenya jauh lebih pendek, ya hanya 1 kilometer saja. Mengayuh pedal saat itu menjadi pilihan satu-satunya karena tidak ada moda transportasi lain (beda dengan mayoritas anak SMP & SMA jaman sekarang yang ke sekolah dengan berkendara sepeda motor). Saat itu mengayuh sepeda sesuatu yang menyenangkan.

Saya sampai detik ini juga masih sering bersepeda dengan tujuan untuk berolahraga dan kadang saya jadikan pilihan moda transportasi ke tempat bekerja (bike to work). Olahraga bersepeda sesuatu yang menyenangkan, dengan alasan pertama, kita bisa bebas memilih rute yang kita inginkan apakah rute perkotaan maupun rute perdesaan dengan hamparan sawah dan kebun yang luar biasa indah. Kedua, olahraga ini sangat santai, kita bisa leluasa mengamati, menikmati dan bisa belajar dari apa yang kita lihat di sepanjang rute perjalanan kita. Ketersediaan waktu kita untuk olahraga ini juga sangat mudah dikompromikan dengan dengan pilihan perjalanan yang kita inginkan, mau pagi hari, siang hari maupun malam hari bisa diatur. Ketiga, olahraga bersepeda merupakan olahraga yang murah meriah, yang penting sepeda dengan kondisi siap, OK deh tinggal jalan. Keempat, olahraga ini cukup efektif membakar kalori ditubuh kita, enjoy dan menyehatkan. Manfaat lainnya dari bersepeda ini kurang lebih ada 30 manfaatnya, banyak ya hehe.

Untuk olahraga, saya menjadi bagian dari tim Gowes FTUB dan Penggerak Roda Jurusan PWK UB. Gowes bareng, sarapan bareng, menjalin rasa kekeluargaan sekaligus mengkampanyekan bahwa gowes menyehatkan.

Selain untuk olahraga, kadangkala sy menggunakan sepeda ke tempat bekerja (kampus PWK UB), dengan jarak 1,7 Km dari rumah. Ya kadang sekali dalam 1 minggu, semakin jarang saat musim hujan seperti ini. Selain itu pengguna sepeda seringkali kurang diutamakan saat berkendara di jalan, begitupun pejalan kaki. Mayoritas masyarakat Kota Malang masih lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi (sepeda motor dan mobil) daripada angkutan umum, bersepeda maupun berjalan kaki.

Sudah saatnya angkutan umum ditingkatkan layanannya, pejalan kaki dan pesepeda lebih diutamakan dan diberikan fasilitas yang mampu memberikan rasa aman dalam berjalan kaki dan bersepeda.

Ayo nggowes bareng dulur, nambah jarak, nambah dulur, Pancal Lur……(penggerak roda PWK FT-UB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*