Pinned

“Branding Produk” dalam Pengembangan Sektor Agropolitan Berkelanjutan di Lombok Barat

Sektor pertanian merupakan kontributor utama dalam PDRB Kabupaten Lombok Barat.  Lahan pertanian subur terhampar didukung dengan jaringan pengairan yang baik menjadikan pertanian sektor yang diusahakan oleh mayoritas masyarakat. Ironisnya data RPJP Kabupaten Lombok Barat Tahun 2005-2025 menyatakan bahwa terdapat 67% dari jumlah penduduk miskin hidup dari sektor pertanian dengan status sebagai buruh tani. Isu mendasar dalam pengembangan wilayah berbasis sektor pertanian yaitu rendahnya kualitas SDM, terbatasnya kepemilikan lahan, kebanyakan rumah tangga tidak memiliki aset, terbatasnya alternatif lapangan kerja, belum meratanya layanan publik, degradasi sumber daya alam dan lingkungan hidup, lemahnya kelembagaan dan organisasi masyarakat dan ketidakberdayaan dalam mekanisme pasar.

Menetapkan Komoditas Unggulan Pertanian

Kegiatan pertanian yang dikembangkan antara lain budidaya tanaman pangan, perkebunan, kehutanan dan peternakan. Komoditas tanaman pangan berupa padi, jagung, palawija, sayur dan buah-buahan. Sebagai sentra produksi beras, pencapaian target produksi setiap tahunnya menjadi barometer keberhasilan program pertanian. Selain tanaman pangan, RAGAMADU merupakan komoditas unggulan pertanian, singkatan nama komoditas nira, mangga, manggis dan durian. Penentuan ini didasarkan pada pertimbangan potensi pengembangan, nilai ekonomi dan potensi pasarnya. Nira yang awalnya diolah menjadi tuak oleh masyarakat, kini menjadi bahan utama produksi gula aren. Diversifikasi produk ini cukup berhasil dengan hasil olahannya yaitu gula semut, gula cair, gula batang dan gula serbat. Pemasaran produk olahan nira dilakukan secara langsung oleh masyarakat, ada pula yang dijual ke pengepul dengan jangkauan pemasaran seluruh Pulau Lombok, dan bahkan sebagian telah diekspor ke China dan Jepang. Produk olahan yang diekspor adalah gula semut dan gula serbat sejumlah 100 kg tiap bulannya. Ini merupakan prospek pasar yang terbuka kedepannya. Untuk komoditas mangga, manggis dan durian sejauh ini masih dikonsumsi dalam bentuk buah segar dan belum ada pengolahan lebih lanjut. Komoditas manggis Lombok Barat sudah menembus pasa internasional.

Kendala yang Dihadapi

Dengan segala potensi sektor pertanian yang dimiliki, terdapat pula permasalahan dalam pengembangan agropolitan di Kabupaten Lombok Barat. Permasalahan muncul dari setiap tahapan subsistem pertanian. Permasalahan pada subsistem hulu berupa akses permodalan yang terbatas dan suplai pupuk tersendat. Subsistem on-farm terhimpit permasalahan keterampilan SDM dan mulai maraknya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan terbangun. Belum adanya usaha mengolah hasil komoditas pertanian merupakan bagian dari permasalahan pada subsistem hilir. Nilai tambah dari hasil pengolahan komoditas dinikmati sektor industri yang berada diluar wilayah ini. Pembinaan dan promosi akan produk hasil olahan yang telah diusahakan oleh sebagian kecil masyarakat belum optimal. Sistem yang menunjang kegiatan pertanian juga memiliki kendala diantaranya: 1) kinerja KUD dan kelembagaan khususnya untuk sektor pertanian rendah; 2) terbatasnya sarana dan prasarana pendukung kegiatan sektor pertanian; 3) rendahnya tingkat investasi sektor pertanian dan sektor lain yang terkait dengan pertanian; 4) belum berjalannya pola kemitraan usaha karena belum adanya kerjasama dengan pihak swasta terkait pengolahan maupun pemasaran dari komoditas pertanian.

Pentingnya “Product Branding” Komoditas Pertanian

Produck branding pertanian di Lombok Barat masih sangat kurang. Komoditas unggulan pertanian masuk ke pasar lokal, regional maupun internasional belum membawa label maupun “pembeda” dengan komoditas sama dari daerah lain. Dengan melakukan branding akan membentuk citra atau keyakinan mengenai kualitas atau prestige suatu produk yang melekat. Branding juga berfungsi sebagai bentuk promosi dan daya tarik. Ada peran pemerintah untuk mengenalkan komoditas melalui even pameran baik tingkat regional, nasional, internasional serta melalui sosial media. Komoditas yang potensial untuk dibranding sapi, dengan fakta setiap tahunnya ribuan sapi bali didistribusikan ke Pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatera berasal dari Lombok Barat, namun yang mendapatkan brand adalah Bali, begitu juga buah manggis yang dihasilkan oleh Lombok Barat dikirim ke luar negeri, yang mendapatkan brand juga Bali karena perusahaan eksportirnya berada di Bali, dan masih banyak lagi. Kedepan perlu membangun branding produk pertanian dari Lombok Barat untuk meningkatkan kemampuan dalam mengendalikan pasar. Harapannya perekonomian petani di Lombok Barat dapat membaik dengan semakin meningkatnya kualitas produksi pertanian, upaya pengolahan dan pemasarannya.

Menetapkan Visi Pembangunan Sektor Agropolitan

Visi pembangunan sektor pertanian (agropolitan) didasarkan pada pencapaian yang ingin dihasilkan dengan mempertimbangkan faktor pendorong dan faktor penghambatnya. Nilai yang ingin dicapai harus realistis merujuk pada kondisi eksisting dan peluang pengembangannya. Dengan beberapa pertimbangan tersebut, visi pembangunan sektor pertanian yaitu “terwujudnya sistem agropolitan yang bertumpu pada komoditas unggulan dengan kemampuan menarik, mendorong dan menopang pertumbuhan ekonomi di wilayah Lombok Barat”. Makna bertumpu pada komoditas unggulan adalah komoditas unggulan merupakan produk hasil pertanian maupun olahannya berdasarkan pada komoditas-komoditas utama dan unggul di Lombok Barat. Kemampuan menarik, mendorong dan menopang pertumbuhan ekonomi bermakna bahwa petani di Kabupaten Lombok Barat memiliki kemampuan sumberdaya, pengetahuan maupun teknologi yang digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan. Dalam rangka mewujudkan visi pembangunan sektor pertanian (agropolitan), misi  yang harus dilakukan adalah; pertama, meningkatkan kualitas dan kuantitas komoditas unggulan untuk mewujudkan kawasan agropolitan Kabupaten Lombok Barat berkemampuan menopang pertumbuhan ekonomi. Kedua, mengembangkan kawasan agribisnis sebagai kawasan ekonomi spesifik dan andalan di wilayah Lombok Barat. Ketiga, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan pengembangan sarana prasarana pertanian. Keempat, mengoptimalkan kualitas kelembagaan untuk mendukung pelaku agribisnis melalui kegiatan penyuluhan, permodalan dan kerjasama atau kemitraan dengan pemerintah dan pihak swasta.

Menetapkan Struktur Ruang Agropolitan

Struktur ruang agropolitan merupakan susunan pusat-pusat kegiatan sektor pertanian dan sistem jaringan prasarana kawasan agropolitan. Agropolitan center diarahkan di Kecamatan Lingsar dengan pertimbangan potensi kegiatan sektor pertanian, infrastruktur dan pertimbangan kebijakan pembangunan. Fungsi agropolitan center yaitu pusat distribusi komoditas pertanian, pusat prasarana dan pelayanan umum pertanian dan pendukungnya, pusat promosi dan penjualan komoditas serta pusat informasi komoditas agropolitan.

Kecamatan Narmada dan Gunungsari berperan sebagai agropolitan distrik yang ditandai dengan pusat perdagangan (adanya pasar grosir dan pergudangan) komoditas hasil agropolitan yang sejenis, pusat kegiatan agroindustri berupa pengolahan hasil agropolitan mulai dari bahan mentah hingga menjadi barang jadi atau setengah jadi, dan pusat pelayanan agroindustri khusus seperti pendidikan/pelatihan agropolitan dan juga pengembangan tanaman komoditas unggulan. Di agropolitan distrik ini dikembangkan komoditas cabai (Narmada) dan pusat agroindustri gula aren (Gunungsari). Kawasan hinterland agropolitan diarahkan di Sekotong dan Lembar dengan fungsi kawasan sebagai untuk pembibitan, penggemukan dan pemasaran komoditas sapi.

Program Prioritas Pengembangan Agropolitan

Program prioritas yang bisa dilakukan dalam mendorong pengembangan potensi agropolitan Kabupaten Lombok Barat, yaitu mengadakan pelatihan dan penyuluhan secara berkala, bantuan saprotan, membangun brand hasil produksi pertanian untuk memperkenalkan produk-produk dari Kabupaten Lombok Barat, dapat berupa wadah/kemasan dan label khusus, kerjasama dan promosi dengan pihak luar. Program-program diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal dengan dukungan dari pemerintahan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*