Pinned

“BIJAK” MEMBANGUN DESA

Berbekal Perencanaan untuk Membangun

Indonesia merupakan negara agraris dengan hampir 60% masyarakatnya tinggal/bermukim di perdesaan. Sehingga hampir mayorita smayarakat banyak berada di perdesaan mulai dari ujung Sabang sampai Merauke dengan banyaknya pulau yang ada. Pembangunan perdesaan pada prinsipnya memiliki pola penanganan dan perencanaan yang berbeda dengan kota. Karena di desa faktor masyarakat menjadi salah stau faktor utama yang perlu dipertimbangkan terlebih terkait dengan kemampuan partisipatif yang ada di desa. Sehingga masyarakat perlu banyak dilibatkan dalam setiap pembangunan yang ada di desa.

Pembangunan desa, pada dasarnya bertujuan untuk menjadikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Gunawan & Aris, 2018). Pembangunan desa terdapat tiga tujuan utama diantaranya yaitu (1) meningkatkan pertumbuhan sektor pertanian, (2) menjalin dan menciptakan integrasi nasional yang terhubung dan berkelanjutan dan (3) keadilan ekonomi masyarakat perdesaan. Untuk menghindarkan masyarakat perdesaan dari jurang kemiskinan maka perlu dilakkan pembangunan baik dari sumber daya manusia maupun pengelolaan sumber daya Alamnya. Tujuan yang akan dicapai yaitu mengurangi atau bahkan menghilangkan permasalahan mengenai kurangnya informasi, rendahnya ketrampilan, sempitnya lapangan kerja, dan permasalahan lain yang banyak ditemui diperdesaan.

Untuk meningkatkan dan melakukan pemerataan sosial ekonomi didesa memang bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun program-program yang dialkukan harus lebih banyak dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan oleh masyarakt itu sendiri. Sehingga program yang berjalan di desa tidak hanya berjalan pada sata itu saja, namun dapat digunakan masyarakat walupun tanpa didampingi. Meningkatnya kehiduapn sosial ekonomi keluarga petani yang manjadi mayoritas di perdesaan merupakan tujuan utama dari pembanguan yang dilakukan. Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut maka kesenjangan tidak terlalu besar atau dapat diatasi.

Strategi dalam pengembangan dan pembangunan sosial ekonomi perdesaan membutuhkan strategi yang jitu dan dapat menyelesaikan permasalahan secara cepat dan tepat. Beberapa cara untuk meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat petani perdesaan menurut Pramandika, dkk (2006) antara lain: 1) melakukan perubahan atau alih fungsi mata pencaharian petani apabila peningkatan pendapatan atau kesejahteraan dari pertanian tidak dapat ditingkatkan; 2) adanya upaya perluasan dan perbaikan usaha tani; serta 3) keterlibatan keluarga petani dalam kegiatan kemasyarakatan dan kelembagaan perlu untuk ditingkatkan.

Sementara untu dapat membangun perdesaan kita memerlukan beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh semua stakeholder yang terlibat. Upaya yang dimaksudkan yaitu antara lain memandirikan penduduk desa melalui pemeberdayaan ekonomi, bimbingan teknologi serta pemasaran. Selain itu perlu juga memperkuat aspek daya saing dan produktifitas kuaitas sumber daya penduduk perdesaan agar dapat sejajar dengan desa lain atau bahkan berlomba untuk menjadi lebih baik. selain itu, membangun prasarana pendukung perdesaan dengan mengutamakan partisipasi dan gotong royong masyarakat pedesaan agar rasa memiliki dapat semakin terpupuk terhadap kegiatan proyek yang dilakukan. Dan yang terakhir mengatur dan memanajemene kelembagaan perdesaan yang lebih aspiratif dan dapat mengelola potensi masyarakat dengan baik.

Kebijakan Pembangunan Nasional

Kebijakan-kebijakan nasional yang ada di Indonesia pada dasarnya sudah tersusun dengan baik bagaimana upaya-upaya yang disusun untuk membangun desa yang ada. Ada Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang, yang membahas mengenai visi yang dicanangkan yaitu “Mewujudkan Indonesia Asri dan Lestari” yang memiliki penjabaran antara lain: 1) memperbaiki pengelolaan pelaksanaan pembangunan yang dapat menyeimbangkan antara pemanfaatan dan keberlanjutan; 2) keberadaan dan kegunaan SDA dan lingkungan hidup melalui pemanfaatan ruang yang seimbang dan serasi antara ruang permukiman, dan kegiatan sosial ekonomi; 3) meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan SDA serta lingkungan hidup untuk mendukung peningkatakn kualitas hidup; 4) meningkatkan kenyaman dan kualitas kehidupan yang baik; serta 5) meningkatkan pemeliharaan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati sebagai modal dasar pembangunan.

Kemudian Undang-undang No 26 Tahun 2007 Pasal 48 ayat 1 yang menjelaskan bahwa penataan ruang kawasan perdesaan diarahkan untuk: 1) pemberdayaanmasyarakatperdesaan; 2) pertahanan kualitas lingkungan setempat dan wilayah yang didukungnya; 3) konservasi sumberdaya alam; 4) pelestarian warisan budaya lokal; 5) pertahanan kawasan lahan abadi pertanian pangan untuk ketahanan pangan; dan 6) penjagaan keseimbangan pembangunan perdesaan-perkotaan.

Dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem yang ada di perdesaan perlu dilakukan upaya untuk menta ruang perdesaan yang dapat mendukung: 1) mempertahankan kawasan lahan abadi pertanian pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional; 2) menyeimbangkan pembangunan yang terjadi antara desa dan kota; 3) peningkatan kualitas lingkungan hidups etempat dan wilayah yang didukungnya; 4) konservasi sumberdaya alam dan pelestarian warisan budaya lokal serta upaya pemberdayaan masyarakat.

Terakhir terdapat Peraturan Presiden No 18 tahun 2020 Tentang RPJMN menjelaskan: 1) pembangunan desa dan pengembangan kawasan perdesaan, kawasan transmigrasi, kawasan perbatasan, dan daerah tertinggal yang difokuskan pada pemenuhan pelayanan dasar, peningkatan aksesibilitas, dan pengembangan ekonomi yang mendukung pusat pertumbuhan wilayah; 2) peningkatan tata kelola dan kapasitas pemerintah daerah dan pemerintah desa (kelembagaan, keuangan dan SDM Aparatur) untuk meningkatkan kemudahan perizinan dan agar tercapainya pemenuhan standar pelayanan minimum; serta 3) peningkatan peran dan efisiensi pelayanan kota kecil-menengah untuk meningkatkan sinergi pembangunan perkotaan dan perdesaan.

Meningkatkan Daya Saing Desa

Daya saing antar daerah, menjadikan salah satu faktor yang dpat menjadi penentu apakah kita diperhitungkan didunia luar ataupun tidak. Dengan adnaya daya saing maka akan ada indicator peningkatan kualitas yang ada di dalam/hasil produk dari perdesaan yang dimaksudkan. Peningkatan daya siang tentunya juga akan diimbangi dengan pertumbuhan industry kecil atau pengelolaan hasil pertanian yang menjadi komoditi utama desa. Daya saing merupakan besar tidaknya pangsa pasar terhadpa suatu produk dalam komoditas, tetapi juga ada yang mengartikan daya saing dengan indicator produktifitas (Malik, 2015).

Daya saing sampai saat ini tidak ada ukuran yang pas untuk dpat menyatakan persaingan, bergantung pada bagaiman aspek yang akan dilihat oleh masing-masing pelaku. Sehingga perlu ditetapkan banyak strategi dan rencana guna menciptakan persaingan yang baik antar produk yang ada di pasarana. Setidaknya ada tiga ingkat agregasi terkait dengan daya sain yaitu daya saing tingkat sektoral, daya saing tingkat perusahaan dan daya saing antar negara. Dalam menentukan daya saing daerah perlu melihat hal utama diantaranya yaitu  empat faktor produksi yang didalamnya terdapat kondisi permintaan pasar, industrri terkait dang pendukunh, strategi perusahaan, struktur dan persaingan. Selain itu ada dua faktor penunjang utama ynag man ajuga berperan dlam hal ini yaitu peluang dan peranan pemerintah.

Dalam memajukan desa memang banyak hal yang perlu dijadikan acuan, terlebih salah satu hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu yaitu bagaiman kesiapan dan kematangan sumber daya manusia yang dimiliki. Dengan sumber daya manusia yang mampu dan dapat mengikuti arus perkembangan zaman maka segala sesuatu yang dibutuhkan dapat dengan mudah dilakukan. Penggunaan teknologi dan IT yang saat ini berkembang juga dapat mendukung daya saing antar daerah dengan berbagai hal yang dapat dilakukan. Apabila desa tidak berbenah dan mengikut arus perkembangan teknologi informasi maka dapat dipastkan akan semakin tertinggal dan tidak memiliki daya saing secara global.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*